Anak Berdusta, Bagaimana Solusinya..?

Anak Berdusta, Bagaimana Solusinya..?

KENAPA ANAK BISA DUSTA

  1. Anak ingin mewujudkan keinginan dia atau ingin menyembunyikan dampak perbuatan, namun karena belum matang pemikiran dia, akhirnya pilih cara dusta.
  2. Anak dianggap dusta terkadang karena ketidakmampuan dia dalam memahami perkara atau peristiwa secara tuntas
  3. Terkadang anak kurang hafal rentang waktu sebuah peristiwa, akhirnya tercampur baginya antara yg sudah terjadi dengan yang sedang terjadi. Bahkan terkadang dalam mimpi yang dia alami dia anggap sebagai kenyataan. 
  4. Anak kecil bisa dusta karena belum bisa menalar bahwa dusta itu buruk.

SIKAP ORANG TUA SAAT ANAK “DUSTA”

  • Orang tua memahami bahwa tidak semua yg disampaikan anak itu pasti benar. Artinya anggapan anak kecil itu tidak kenal dusta adalah hal yg salah.
  • Jika anak terkesan berdusta, hendaknya orang tua melihat indikasi-indikasi lain, anak tersebut dusta atau jujur
  • Ketika jelas anak itu dusta maka ortu harus melakukan hal berikut ini :
    1. Menjelaskan keburukan dusta
    2. Dusta bukan akhlak anak yg terdidik
    3. Allah dan rasul tidak mencintai pendusta
    4. Orang tua juga tidak suka pendusta
    5. Menceritakan kisah ringkas tentang dampak buruk dusta
    6. Mengajak anak istighfar
    7. Mengajak anak untuk berjanji tdk dusta lagi
    8. Mengajak untuk jujur
    9. Membeitahu bahwa allah dan rasul mencinta org jujur
    10. Memberi penghargaan saat anak jujur

YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN SAAT ORANG TUA TAHU ANAK ITU DUSTA

1. Menakuti nakuti secara berlebih
2. Menghukum dengan hukuman yang menyakiti. Hukuman berat justru mendorong anak untuk terus berdusta
3. Mencela anak setiap saat atas kedustaannya

CATATAN PENTING
Kedustaan anak terkadang tidak sengaja, namun karena dia tidak memahami permasalahan yang ada.

SAAT ANAK TERBIASA DUSTA

1. Mencari penyebab anak Berdusta 
2. Jika penyebabnya adalah orang tua yang salah didik, seperti terlalu keras, maka hendaknya orang tua merubah metode tarbiyah dia
3. Jika sebabnya datang dari anak, maka perlu dilatih untuk jujur atau dialihkan ke hal yang positif.
4. Sering menyampaikan keburukan dusta dengan cerita atau lainnya
5. Tidak membiarkan kedustaan, artinya memberi hukuman yg sesuai umurnya
6. Menciptakan lingkungan jujur.

Ringkasan Mudzakaroh Ilmiyah tentang Tarbiyah Anak
Bersama ustadz. Kholid Syamhudi, Lc

Share Anda adalah Bukti Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *