Berdoa dengan Nama dan Sifat Allah

Berdoa dengan Nama dan Sifat Allah

“Nama-Nama Allah dan Sifat-SifatNya”

Boleh Meminta Kepada Allah Melalui Perantara Sifat-Sifat-Nya, Boleh Pula Menggunakan Sifat-Sifat-Nya dalam Sumpah. Namun, Berdoa (Meminta) Kepada Sifat-Sifat-Nya Adalah Kekufuran Kepada Allah.

             Sesungguhnya bersumpah menggunakan sifat-sifat Allah sama seperti bersumpah dengan menyebut ‘Allah’. Ketika misalnya  seseorang mengatakan, ‘Demi keputusan Allah’, ‘Demi kemuliaan Allah’, atau ‘Demi Al-Qur’an yang agung’. Karena, telah tetap dalil yang membolehkan bersumpah menggunakan sifat-sifat ini dan sifat-sifat yang lainnya, baik dari Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam maupun para sahabatnya. Lagi pula bersumpah menggunakan sifat-sifat Allah sama dengan memohon perlindungan dengan cara tawassul dengan sifat-sifat tersebut, seperti sabda Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam:

أَعُوْذُ بِوَجْهِكَ

“Aku Berlindung dengan wajah-Mu”. ( Penggalan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori dalam Tafsir Al Qur’an, Bab Firman Allah, “Katakanlah; Dia Maha Kuasa untuk mengirimkan atas kamu adzab…’ No. 4628, dari hadits Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu).

Dan Sabdanya :

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّهِ التَّامَّةِ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna.”

(Penggalan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim pada Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du’a, Bab Berlindung Dari Keburukan Ketetapan dan Kesengsaraan, No. 2708, dari hadits Khaulah binti Hakim radhiyallahu ‘anha, dan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, No. 2709.)

Dan Sabdanya:

أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ

“Aku Berlindung dengan keridhoan-Mu dari Kemurkaan-Mu”.

(Penggalan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim pada kitab Ash-Sholat, Bab apa-apa yang diucapkan ketika ruku’ dan sujud. No. 487, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.)

            Dan hadits-hadits lain yang sepertinya. Inilah pendapat yang telah baku dikalangan para ulama. (Majmu’ Al-fatawa (35/273)).

            Meminta kepada Allah menggunakan nama-nama, sifat-sifat, dan kalimat-kalimatNya, adalah perkara yang dibolehkan lagi disyari’atkan, seperti  telah disebutkan dalam sejumlah hadits. Adapun berdoa kepada sifat-sifat dan kalimat-kalimatNya adalah kufur menurut kesepakatan kaum muslimin. Lalu, akankah seorang muslim mengucapkan, “Wahai kalam Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, tolonglah aku, atau bantulah aku!” atau “Wahai kekuasaan Allah!” atau “Wahai ilmu Allah!” atau “Wahai keagungan Allah!” atau yang semisalnya. Atau akankah pernah didengar seorang muslim atau kafir memohon kepada sifat-sifat Alah atau sifat-sifat selain Allah? Atau meminta kepada sifat-sifat Allah untuk mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat, atau memohon pertolongan, kemenangan, bantuan, maupun selain itu? (Ar-Raddu Alal Bakriy (hal. 79)).

FATWA FATWA PILIHAN SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH

Share Anda adalah Bukti Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *