Doa, Keutamaan dan Kedudukannya

Doa, Keutamaan dan Kedudukannya

Keutamaan & kedudukan do’a

1. Firman Allah Ta’ala

 وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِیۤ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

“Tuhan kalian telah berfirman, berdo’alah kalian kepadaku niscaya akan aku kabulkan kalian” (Q.S Ghafir: 60)

2. Firman Allah Ta’ala

 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِی عَنِّی فَإِنِّی قَرِیبٌۖ أُجِیبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡیَسۡتَجِیبُوا۟ لِی وَلۡیُؤۡمِنُوا۟ بِی لَعَلَّهُمۡ یَرۡشُدُونَ 

“Apabila Hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang aku maka sesungguhnya aku dekat, aku mengabulkan do’a apabila berdo’a, hendaknya mereka memohon dan beriman kepadaku, mudah-mudahan mereka mendapatkan petunjuk” (Q.S Al-baqarah:186)

3. Dari Nu’man bin basyiri radhiyallahu anhuma berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

 الدعاء هو العبادة 

“Do’a adalah ibadah”. HR abu Daud & Tirmidzi

4. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

 أفضل العبادة الدعاء

“Ibadah yang paling utama adalah do’a”

5. Dari Salman al farisi radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda: 

 لا يرد القضاء إلا الدعاء ولا يزيد في العمر إلا البر 

“Tidak ada yang dapat mencegah ketentuan Allah kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali perbuatan baik”

6. Dari abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

 مَنْ لَمْ يَسْألِ اللَّهَ يَغضَبْ علَيْهِ 

“Barangsiapa yang tidak meminta (doa) kepada Allah maka Allah akan marah kepadanya” HR Tirmidzi

Penjelasan

Doa adalah ibadah yang sangat agung, roh ibadah seluruhnya ada pada doa, karena terkumpul padanya merendahkan diri di hadapan Allah, ketundukan dan merasa butuh (fakir) kepada Allah Ta’ala, dengan cara menyandarkan rintangan yang dihadapi terhadap rahmat dan karunia Allah Ta’ala, oleh karenanya doa adalah ibadah yang paling afdhol (utama), karena tidak ada sebuah ibadah melainkan di dalamnya terkandung/terdapat doa, Allah Ta’ala menyukai orang-orang yang berdo’a padanya, serta menghimbau agar berdo’a dan menampakkan rasa butuh kepada Allah Ta’ala.

Faedah yang bisa diambil

1. Agungnya kedudukan do’a, yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menghitungnya termasuk ibadah, do’a termasuk rukun ibadah yang paling agung. 

2. Bahwasannya do’a adalah ibadah yang paling afdhol (utama) karena di dalamnya terdapat dzikir kepada Allah, mohon perlindungan, pengharapan kepadanya, menyandarkan urusan padanya, dan menampakkan rasa butuh (fakir) kepada Allah Ta’ala. 

3. Bahwasannya do’a adalah sebuah ibadah yang tidak boleh diberikan kepada selain Allah, dan barangsiapa memalingkan ibadah tersebut kepada selain Allah Ta’ala dia telah berbuat kesyirikan (menyekutukan Allah) 

4. Bahwasannya Allah telah menjadikan do’a salah satu sebab untuk merubah qadha’ (ketentuan Allah) dan do’a termasuk qadha’

5. Kecintaan Allah terhadap orang yang berdo’a kepadanya dan Allah Ta’ala marah kepada orang yang enggan berdo’a kepada-Nya.

Ad Durus Al Yaumiyah, Syaikh Rasyid bin Husain Abdul Karim, hal. 70-71

Alih bahasa : Ust. Walied Mujiono, S.H 

Share Anda adalah Bukti Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published.