Haram..! Mendatangi Dukun

Haram..! Mendatangi Dukun

 قُل لَّا یَعۡلَمُ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَیۡبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ 

Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” [QS An-Naml: 65]

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam. (HR. Muslim, 2230)

من أتى كاهِنًا فصدَّقَه بما يقولُ أو أتى امرأتَه حائضًا أو أتى امرأتَه في دُبرِها فقد برِئَ ممَّا أنزِلَ على محمَّدٍ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ

Barangsiapa mendatangi Dukun lalu membenarkan ucapannya, atau “mendatangi” istrinya ketika haid, atau melalui “pintu belakang” maka dia telah lepas dari apa yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ. 

عن عائشة -رضي الله عنها-، قالت: سَأَل رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أُنَاسٌ عن الكُهَّان، فقال: «ليْسُوا بشيء» فقالوا: يا رسول الله إنهم يُحَدِّثُونَا أحْيَانَا بشيء، فيكون حَقَّا؟ فقال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «تلك الكلمة من الحَقِّ يخْطفُها الجِنِّي فَيَقُرُّهَا في أُذُنِ وليِّه، فَيَخْلِطُونَ معها مائة كَذِبَة».

Dari Aisyah -raḍiyallāhu ‘anhā- ia menuturkan, “Sejumlah orang bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang para dukun.” Beliau menjawab, “Mereka itu bukan apa-apa.” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, terkadang mereka menyampaikan sesuatu pada kami dan ternyata benar terjadi?” Rasulullah ﷺ bersabda, “Kalimat itu bagian dari kebenaran yang disambar Jin lalu ia membisikkannya ke telinga walinya, kemudian mereka mencampurnya dengan 100 kedustaan.” (Muttafaq ‘Alaih).

Penjelasan 

Perkara Ghaib merupakan perkara yang khusus hanya kepunyaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah telah mengabarkan bahwasanya tidak ada yang mengetahui perkara Ghaib kecuali diri-Nya, Walaupun malaikat yang dekat dengan-Nya ataupun nabi yang diutus dari-Nya. Barangsiapa yang mengklaim dia mengetahui perkara Ghaib maka dia adalah dukun Pendusta walaupun sesekali pernah benar. Tidak diperbolehkan untuk bertanya dan pergi kepadanya. 

Maka barangsiapa yang mengklaim dapat mengetahui perkara Ghaib atau meyakini ada makhluk yang mengetahui perkara Ghaib maka sungguh ia telah kafir karena ia telah mendustakan Al Quran dan Sunnah. 

Faidah Yang Bisa Diambil 

1. Haram mendatangi dukun atau peramal yang mereka menganggap dia mengetahui perkara ghaib dan mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi. 

2. Bahwasanya dukun dan peramal terkadang benar satu ucapannya tetapi ucapan yang benar tersebut dicampurkan dengan 100 kedustaan. 

3. Termasuk bagian dari Perdukunan dan peramal adalah para pembaca nasib dari telapak tangan, pembaca dalam cawan, dan Horoskop (Ramalan Bintang), (juga pawang hujan, pent.)

Ad Durus Al Yaumiyah, Syaikh Rasyid bin Husain Abdul Karim, hal. 46-47

Share Anda adalah Bukti Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published.