Kenapa Hidupku Susah..?

Kenapa Hidupku Susah..?

Untuk makan, minum, tidur, membuka handphone serta bersosmed, olahraga, mendengarkan musik, berkumpul dengan rekan-rekannya serta aktifitas lainnya dia ada waktu.

Sementara jika dibawakan al-Qur’an di hadapannya, dia berkilah: “maaf, saya sibuk dan tak punya waktu.”

Lalu suatu ketika, dia berkeluh: “Kenapa aku mengalami kesempitan hati, kesempitan hidup, dilanda sedih dan gundah, mudah kecewa?”

Maka tak lain jawabannya adalah firman Allah:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةًۭ ضَنكًۭا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (dzikriy) maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (ma’isyah dhanka) dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.

Yang dimaksdukan dengan dzikriy/peringatan-Ku adalah al-Qur’an (Liat tafsir as-Sa’diy)

Tentang ma’isyah dhanka, dalam tafsir al-wasit disebutkan: “yaitu kehidupan sempit yang dipenuhi dengan kesedihan, was-was, gundah, dan akibat buruk walaupun memiliki harta melimpah…”

Ibnu Katsier berkata:

“Di dunia, tidak tenang, hatinya tak merasakan kelapangan bahkan dadanya sempit akibat kesesatan walaupun dzhahirnya nampak mendapat kenikmatan, memakai pakaian yang dia kehendaki, memakan apa yang dia mau, tinggal di tempat yang ia inginkan. . . .”

Dan dia adalah kita..

Ustadz Yani Fahriansyah


Share Anda adalah Bukti Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *