Pendidikan dan Mesin Photo Copy

Pendidikan dan Mesin Photo Copy

๐๐ž๐ง๐๐ข๐๐ข๐ค๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ฌ๐ข๐ง ๐‘ท๐’‰๐’๐’•๐’ ๐‘ช๐’๐’‘๐’š

Dekade tahun 90an dan sampai saat ini, kita sama-sama mengetahui bentuk dan fungsi dari mesin ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ. Fungsi utama dari mesin ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ adalah untuk menyalin atau meng-๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ dokumen. Namun, saat ini mesin ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ berkembang dengan berbagai kelebihan dan fungsinya.

Saat ini, mesin ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ memiliki fitur yang membuatnya dapat mencetak dokumen secara langsung dari komputer, menyalin dokumen, scan, email dan fax. Jenis mesin ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ yang memiliki banyak fungsi ini disebut mesin ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ digital; sedangkan mesin ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ yang hanya bisa digunakan untuk menyalin dokumen disebut mesin ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ analog.

Anak adalah cerminan atau versi kita dalam bentuk yang kecil, karena setiap saat, mata anak selalu mengamati, telinganya menyimak, dan pikirannya mencerna apa pun yang kita lakukan. Ketika anak melihat ibunya memasak dan memotong-motong sayur dan atau lauk pauk, maka anak pun akan mengikuti kita dengan gaya dan cara yang sama dengan kita saat kita memasak atau memotong-motong sayur dan atau lauk. Ketika seorang ayah terbiasa bersisir setelah berwudhu, maka anak pun akan menyisir setelah berwudhu, dan sebagainya.

Apakah salah dengan sikap anak kita yang suka meniru kita..? Tidak ada yang salah dengan perilaku meniru dari anak; karena pada dasarnya, meniru adalah proses pembelajaran alami semua makhluk hidup dan proses awal anak untuk belajar, baik dalam bentuk ekspresi atau mimik, bahasa tubuh, gaya bicara, dan sebagainya. Anak biasanya masih meniru gerakan sampai berumur 18 bulan. Apa yang kita ucapkan, bagaimana sikap kita dalam mengucapkan, dan apa yang kita lakukan; tanpa disadari semua itu akan ditiru oleh anak kita. Anak belajar dari apa yang dia lihat dan dengar. Apapun yang kita lakukan, baik itu gerakan, kata-kata, atau emosi; semua menjadi sarana belajar bagi anak.

Kemudian, pada saat di usia 3 (tiga) tahun, anak meniru perilaku, tata krama (sopan santun) dan cara berbicara kita. Jika kita selalu berkata sopan pada setiap orang, maka in syaa Allah anak kita pun akan tumbuh menjadi anak yang sopan. Begitu juga dengan tata cara kita berbusana, maka anak kita akan mengikuti tata cara berbusana kita, dan jika kita sering sholat dan membaca Al-Qurโ€™an serta bersedekah maka anak kita juga akan mengikuti apa yang kita lakukan baik dari cara sampai ekspresi kita, in syaa Allah. Anak kecil, ketika belum mencapai umum ๐’Ž๐’–๐’Ž๐’‚๐’š๐’š๐’Š๐’›/๐’•๐’‚๐’Ž๐’š๐’Š๐’›, mereka tidak mengetahui apakah perilaku itu baik/buruk dan benar/salah, mereka belum bisa membedakan antara yang baik/buruk dan benar/salah, maka selaku orang tua, kita harus hati-hati dalam bersikap. Dan kondisi ini berbeda ketika anak sudah mencapai umur ๐’Ž๐’–๐’Ž๐’‚๐’š๐’š๐’Š๐’›/๐’•๐’‚๐’Ž๐’š๐’Š๐’› atau bahkan sudah ๐’‚๐’’๐’Š๐’ ๐’ƒ๐’‚๐’๐’Š๐’ˆ๐’‰, dimana seorang anak sudah tumbuh besar secara fisik dan akal, maka, ketika ia dididik dalam lingkungan keluarga/pendidikan yang baik maka anak tersebut akan dapat membedakan antara perkara yang baik/buruk serta perkara yang benar/salah.

๐Ÿ‘ (๐“๐ข๐ ๐š) ๐Š๐จ๐ฆ๐ฉ๐จ๐ง๐ž๐ง ๐”๐ญ๐š๐ฆ๐š

Pendidikan adalah tentang rekayasa, dan pendidikan berbicara tentang sinergitas. Rekayasa berkaitan dengan materi kurikulum yang akan diberikan dan disesuaikan dengan tahapan/masa tumbuh kembang anak; sedangkan sinergitas berkaitan dengan hubungan pendidikan di sekolah, rumah dan lingkungannya.

Materi kurikulum di sekolah adalah materi kurikulum yang berkaitan dengan pemberian bekal ilmu pengetahuan (seperti: ilmu sosial, IPA, matematika, siroh dan lainnya), pengasahan keahlian (seperti: tata cara membaca Al Qur’an, fikih ibadah, doa dan dzikir) dan penanaman nilai-nilai tauhid, aqidah, adab serta akhlak (karakter). Nilai terpenting dari semua kurikulum yang ada adalah adalah kurikulum penanaman dan pembiasaan nilai-nilai tauhid, aqidah, adab serta akhlak.

Pendidikan paling dasar dimulai dari rumah, dan kedua orangtuanya lah yang menjadi model (role model) atau seeorang yang ia tirukan perilaku dan perangainya karena proses pembentukan perilaku memerlukan model atau yang di contohnya. Seorang anak kecil sangat cepat sekali dalam menirukan perilaku ayah dan ibunya; maka dari itu ayah dan ibu harus sangat hati-hati dalam bersikap, karena mereka adalah peniru atau mesin photo copy yang sangat mahir.

Hubungan simbiosis mutualisme antara 3 (tiga) komponen pendidikan anak yakni: sekolah, rumah dan lingkungan harus berjalan optimal; ketiganya harus saling berkaitan, mendukung dan memberikan informasi timbal balik yang positif sehingga tujuan dari pendidikan anak akan menjadi optimal. Misal, di saat sekolah mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai adab kepada orang tua maka di rumah pun orang tua harus mencontohkan dengan mempraktekkan adab yang baik kepada kedua orang tuanya (yakni kakek dan nenek dari anak tersebut). Saat di sekolah diajarkan haramnya musik, maka di rumahpun orang tua harus konsisten untuk tidak mendengarkan atau diperdengarkan oleh suara musik, dan sebagainya.

๐€๐ฉ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ก๐š๐ซ๐ฎ๐ฌ ๐๐ข๐ฅ๐š๐ค๐ฎ๐ค๐š๐ง?

Untuk mendapatkan anak shalih yang menjadi penyejuk hati maka yang harus dilakukan oleh orang tua adalah:

1. ๐‘ป๐’†๐’๐’•๐’–๐’Œ๐’‚๐’ ๐’‘๐’“๐’Š๐’๐’“๐’Š๐’•๐’‚๐’” ๐’‘๐’†๐’๐’…๐’Š๐’…๐’Š๐’Œ๐’‚๐’.

Jadikan prioritas pendidikan yang pertama dan utama adalah pendidikan Agama. Sehingga, anak tahu tugas dan fungsinya sebagai manusia, bagaimana cara menyembah Allah Azza wa Jalla, bagaimana cara mencintai Rasulullah ahalallaahu โ€˜alaihi wa sallam dan bagaimana cara membaca Al-Qurโ€™an dengan tartil, dan menjalankannya perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dalil yang shahih.

2. ๐‘ฑ๐’‚๐’…๐’Š๐’Œ๐’‚๐’ ๐’“๐’–๐’Ž๐’‚๐’‰ ๐’”๐’†๐’ƒ๐’‚๐’ˆ๐’‚๐’Š ๐’•๐’†๐’Ž๐’‘๐’‚๐’• ๐’‘๐’†๐’๐’…๐’Š๐’…๐’Š๐’Œ๐’‚๐’ ๐’–๐’•๐’‚๐’Ž๐’‚ ๐’–๐’๐’•๐’–๐’Œ ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ.

Meskipun kedua orang tua sudah membayar mahal uang masuk sekolah dan uang SPP perbulan, tapi itu semua tidak menggugurkan kewajiban orang tua sebagai guru utama untuk anak-anaknya, khususnya sebagai ๐’“๐’๐’๐’† ๐’Ž๐’๐’…๐’†๐’.

3. ๐‘ฑ๐’‚๐’…๐’Š๐’Œ๐’‚๐’ ๐’Œ๐’†๐’…๐’–๐’‚ ๐’๐’“๐’‚๐’๐’ˆ ๐’•๐’–๐’‚ ๐’”๐’†๐’ƒ๐’‚๐’ˆ๐’‚๐’Š ๐’„๐’๐’๐’•๐’๐’‰ ๐’‚๐’•๐’‚๐’– ๐’”๐’–๐’“๐’Š ๐’•๐’‚๐’–๐’๐’‚๐’…๐’‚๐’ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’ƒ๐’‚๐’Š๐’Œ ๐’ƒ๐’‚๐’ˆ๐’Š ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ-๐’‚๐’๐’‚๐’Œ๐’๐’š๐’‚.

Anak itu seperti kertas putih yang masih bersih dari noda apapun, sebagai orang tua, maka anda lah orang pertama yang akan menulis di kertas itu, baik dengan tinta merah ataukah hitam dan apa yang akan ditulis di atasnya.

4. ๐‘ด๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’†๐’“๐’Š๐’Œ๐’‚๐’ ๐’„๐’๐’๐’•๐’๐’‰ ๐’Œ๐’†๐’ƒ๐’Š๐’‚๐’”๐’‚๐’‚๐’ ๐’ƒ๐’‚๐’Š๐’Œ.

Orang tua harus memberikan contoh kebiasaan yang baik, baik dari tutur kata, sikap atau perilaku terhadap keluarga, tetangga dan relasinya, rajin beribadah, mudah untuk bersedekah, mampu menahan emosi dan tutur kata, dan sebagainya.

5. ๐‘ด๐’†๐’๐’‹๐’‚๐’…๐’Š ๐’•๐’†๐’Ž๐’‚๐’ ๐’ƒ๐’†๐’“๐’ƒ๐’Š๐’„๐’‚๐’“๐’‚ ๐’…๐’‚๐’ ๐’‘๐’†๐’๐’…๐’†๐’๐’ˆ๐’‚๐’“ ๐’”๐’†๐’“๐’•๐’‚ ๐’‘๐’†๐’๐’ˆ๐’‚๐’Ž๐’‚๐’• ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’ƒ๐’‚๐’Š๐’Œ.

Salah satu faktor yang membentuk anak adalah lingkungan, dalam hal ini adalah lingkungan di luar rumah dan sekolah; oleh sebab itu, jadilah pengamat yang baik untuk melihat teman-teman bermain anaknya, jadilah pendengar yang baik saat anak berbicara tentang harinya dan kemampuannya, jadilah pemberi arahan yang tepat, cepat dan lemah lembut saat memberikan nasehat

6. ๐‘บ๐’†๐’“๐’Š๐’๐’ˆ-๐’”๐’†๐’“๐’Š๐’๐’ˆ๐’๐’‚๐’‰ ๐’Ž๐’†๐’๐’…๐’โ€™๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’†๐’“๐’Š๐’Œ๐’‚๐’ ๐’‰๐’‚๐’…๐’Š๐’‚๐’‰.

Karena hati ini lemah, maka kuatkanlah dengan doโ€™a dan berikanlah hadiah sebagai bentuk penghargaan dari pencapaian yang dilakukan oleh anak. Lembutkanlah hati anak dengan hadiah, karena sifat dasar manusia adalah suka menerima hadiah.

๐Š๐ž๐ฌ๐ข๐ฆ๐ฉ๐ฎ๐ฅ๐š๐ง

1. Orang tua harus menjadi shalih jika ingin anaknya shalih.

2. Orang tua harus menjadi dermawan jika ingin anaknya rajin bersedekah.

3. Orang tua harus rajin beribadah jika ingin anaknya rajin beribadah.

4. Orang tua harus menjadi orang yang memiliki budi pekerti dan tata krama/sopan santun yang baik jika ingin anaknya sopan dan santun.

5. Orang tua harus menjadi tempat pertama dan utama dalam mendidik anak, bukan melempar tanggung jawab pendidikan anak kepada lembaga pendidikan atau orang lain, tapi tanggung jawab ini selamanya melekat pada orang tua, dan lembaga pendidikan/orang lain hanyalah membantu terealisasinya kewajiban tersebut.

Kenapa? Karena anak adalah mesin ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ terbaik didunia.

Oleh Ustadz Hamdhan Siregar, S.T., M.M.
(Kepala SD Islam Daarul Ilmi Depok)

Share Anda adalah Bukti Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *